Oleh: yan imaka | April 15, 2008

Menjadi garam dan terang dunia. Firman: Matius 5: 13-16

Ini adalah kotbah Tuhan Yesus yang dikenal sebagai Kotbah di bukit. Tuhan menyatakan “Kamu adalah garam dunia” (ay 13) dan “Kamu adalah terang dunia” (ay 14). Pernyataan ini jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak akan menjadikan mmurid-muridNya sebagai garam dan terang dunia tetapi mereka sudah menjadi garam dan terang dunia dan selayaknya mereka memiliki pola kehidupan sebagai garam dan terang dunia.
Dengan tegas Tuhan juga menyatakan “Jika garam itu menjadi tawar …… Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” (ay 13b) dari sebab itu pastikanlah diri kita sebagai murid Kristus untuk berfungsi sebagai garam dan terang dunia dengan memperhatikan beberapa aspek kehidupan yaitu sbb:
1. Agar dunia menikmati beradaan kita.
“Kamu adalah garam dunia” (ay 13). Manfaat garam diantaranya adalah untuk menambah kelezatan, mencegah kebusukan dan menyembuhkan penyakit. Keberadaan kita sebagai garam adalah untuk memberkati orang lain dengan menambah sukacita orang lain. Bukan sebagai “trouble maker” tetapi sebagai “pembawa damai”. Tuhan Yesus menyatakan “Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9). Di mana saja kita berada kita seharusnya membawa berkat untuk memberkati orang lain disekitar kita.
2. Agar dunia mengenal Kristus.
“Kamu adalah terang dunia …. sehingga menerangi semua orang” (ay 14-15). Menerangi berarti menjadikan orang lain dapat melihat. Rasul Paulus mengungkapkan “bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan” (Rom 2:19). Lewat hidup kita dunia dapat mengenal Kristus karena kita telah dipanggil “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Lewat hidup kita akan banyak orang diselamatkan dan masuk ke dalam pertobatan. (baca Kis 2:47).
3. Agar dunia merasakan kasih Kristus.
“Kamu adalah terang dunia……supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik” (ay 14& 16). Dalam bahasa Yunani: Agathos yang lebih menekankan pada kepribadian, tidak hanya sekedar berbuat baik tetapi memiliki juga karakter yang baik. Kita yang memiliki Roh Kudus seharusnya menghasilkan buah Roh yang mengandung unsur diantaranya kasih….. kesabaran, kemurahan, kebaikan….kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal 5:22-23). Rasul Yohanes menegaskan “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (1 Yoh 3:14), ia bukan milik Kristus! Umat Tuhan seharusnya memiliki kasih dan peduli (baca 1 Yoh 3:17).
4. Agar dunia memuliakan nama Tuhan.
“Kamu adalah terang….. supaya mereka … memuliakan Bapamu yang di surga” (ay 14&16). Jika kita memuliakan Tuhan lewat hidup kita maka dunia akan ikut memuliakan nama Tuhan. Bagaimana nama Tuhan dipermuliakan? Tuhan Yesus menyatakan “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya” (Yoh 17:4). Kita akan memuliakan Tuhan jika segala rancangan Tuhan dalam hidup kita terlaksana dengan baik. PernyataanNya, rancangan yang “memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer 19:11). Keberhasilan dalam kehidupan sesuai dengan rancanganNya akan membuat kita dan orang-orang yang menyaksikannya, akan memuliakan Tuhan.

Responses

  1. klo menjadi manis pahit dilidah…….

  2. hindari larangannya,,ikutilah perintahnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: