Oleh: yan imaka | April 15, 2008

Kita ini adalah anak-anak Tuhan. Firman: 1 Yohanes 3:1-10

Rasul Yohanes menulis surat kepada jemaat dan menyatakan akan status kita “disebut anak-anak Allah dan memang kita adalah anak-anak Allah” (ay 1) karena “besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita” (ay 1).  Bukan anak angkat yang diangkat dari orangtua yang berbeda tetapi benar-benar anak dan dinyatakan anak, “sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia…. karena ia lahir dari Allah”. (ay 9)

Rasul Paulus menyatakan “telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru ya Abba, ya Bapa!” (Rom 8:15). Sebagai anak “kita juga adalah ahli waris”, “kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Rom 8:17). Sebagai anak kita berkewajiban menyatakan jati diri kita. Banyak orangtua yang berkata kepada anak-anak mereka: jangan membuat malu orangtua, jangan membuat malu nama keluarga! Rasul Petrus mengungkapkan ciri-ciri anak Allah adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kesamaan seperti Kristus.
“kita akan menjadi sama seperti Dia” (ay 2).
Like Father like son! Yang ditargetkan Tuhan adalah “sama seperti”, identical. Dinyatakan sekarang “belum nyata” tetapi nanti “apabila Kristus menyatakan diri” maka “kita akan menjadi sama seperti Dia” (baca ay 2). KehendakNya “haruslah kamu sempurna” (Mat 5:48) dan janjiNya “Ia juga akan menggenapinya” (1 Tes 5:24). Ini berarti bahwa Tuhan yang akan menyempurnakan kita dan menjadi sama seperti Kristus untuk dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Yang perlu dilakukan saat ini “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Milikilah kehidupan sama seperti kehidupan Kristus sewaktu Ia ada di dunia ini. Ia datang sebagai hamba dengan rendah hati, taat dan setia. Ia datang untuk melayani dengan kasih dan belas kasihan. Ia datang melakukan kehendak Bapa dengan perbuatan dan “menjadi tebusan banyak orang” (Mar 10:45).

2. Menjaga dan memelihara kekudusan.
“menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci” (ay 3), “Setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi” (ay 9). Perkataan “menyucikan diri” merupakan prosess yang perlu dikerjakan dan bukan berarti sudah tidak berbuat dosa atau hidupnya tanpa dosa. Rasul Yohanes menegaskan “Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1 Yoh 1:8). Yang ingin dinyatakan “tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa” (ay 6) dan “setiap orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan tidak mengenal Dia” (ay 6). Perhatikan pernyataan “tetap”yang berarti tidak henti-hentinya, senantiasa! (Kabar baik: “terus menerus berbuat dosa”. NIV: keeps on sinning). Rasul Paulus menyatakan “bertekun dalam dosa” (Rom 6:1). Diungkapkan pula “yang tetap berbuat dosa berasal dari iblis” (ay 8), anak iblis bukan anak Allah karena Kristus telah “membinasakan perbuatan-perbuatan iblis itu” (ay 8). Dari sebab itu kemenangan ada dipihak anak-anak Allah.”Setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi” (ay 9) (Kabar baik: Orang yang sudah menjadi Anak Allah tidak terus menerus berbuat dosa).

3. Mengasihi saudara-saudara seiman.
“tidak berasal dari Allah … demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya” (ay 10). Mengasihi saudaranya, saudara dalam satu Bapa yaitu Tuhan. Ditegaskan oleh Rasul Yohanes di dalam perikop berikutnya agar kita harus saling mengasihi dengan tidak melakukan perbuatan jahat seperti Kain (:12), tidak membenci “yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia”(:15), “wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (:16), tidak “menutup pintu hatinya terhadap saudaranya” yang “menderita kekurangan” (:17) dan “mengasihi bukan dengan perkataan… tetapi dengan perbuatan..”
(:18).


Responses

  1. ooooohhh gitcu……….???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: